Rabu, 14 Oktober 2026

KAMIS 15 OKTOBER 2026 - KELAS 9C & 9D - KOMUNIKASI ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (Pengertian, Prinsip-prinsip Komunikasi Islam, Pentingnya Tabayun dan Etika Komunikasi di Sosial Media)

IDENTITAS:
NAMA GURU : Mr. AMIN NURROHIM, S.Pd.I
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI
HARI/TGL : KAMIS, 15 OKTOBER 2026
FASE/KELAS : D/9C & 9D
JUDUL MATERI :
 KOMUNIKASI ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (Pengertian, Prinsip-prinsip Komunikasi Islam, Pentingnya Tabayun dan Etika Komunikasi di Sosial Media) 
PERTEMUAN KE : 12

CAPAIAN PEMBELAJARAN : 
Peserta didik mampu memahami prinsip komunikasi Islami, membedakan komunikasi yang baik dan tidak baik, serta menerapkannya dalam komunikasi langsung maupun melalui media sosial dengan memperhatikan kebenaran informasi, kesantunan bahasa, tanggung jawab, dan sikap tabayyun.

TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik diharapkan dapat memahami prinsip komunikasi Islami, membedakan komunikasi yang baik dan tidak baik, serta menerapkannya dalam komunikasi langsung maupun melalui media sosial dengan memperhatikan kebenaran informasi, kesantunan bahasa, tanggung jawab, dan daoat menerapkan sikap tabayyun dalam kehidupan sehari-hari

#Minfull : Menjelaskan pengertian komunikasi Islami dengan bahasa sendiri. Menyadari bahwa setiap ucapan, tulisan, komentar, dan informasi yang disampaikan kepada orang lain harus dipertanggungjawabkan. Mengidentifikasi perbedaan antara komunikasi yang santun dan komunikasi yang dapat menyakiti orang lain.

#Maningfull : Mengidentifikasi prinsip-prinsip komunikasi Islami dalam kehidupan sehari-hari. Menjelaskan pentingnya tabayyun sebelum menyebarkan suatu informasi. Menganalisis contoh percakapan, komentar, atau unggahan media sosial berdasarkan nilai-nilai Islam. Menentukan tindakan yang tepat ketika menerima berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya.

#Joyfull : Mempraktikkan komunikasi yang santun melalui kegiatan diskusi, bermain peran, atau simulasi. Membuat contoh komunikasi atau komentar media sosial yang positif, santun, benar, dan bertanggung jawab. Membiasakan komunikasi yang dapat menciptakan suasana damai, harmonis, dan saling menghargai.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN: 
# Tahap 1: Peserta didik mengingat kembali materi etika pergaulan pada pertemuan sebelumnya, kemudian memahami pengertian komunikasi Islami.

# Tahap 2: Peserta didik mengidentifikasi prinsip komunikasi Islami: Benar → Santun → Baik → Bertanggung jawab

# Tahap 3: Peserta didik menganalisis beberapa kasus komunikasi dalam kehidupan sehari-hari dan media sosial. Contoh: “Kamu menerima berita tentang temanmu yang belum tentu benar. Apa yang akan kamu lakukan?” Peserta didik menentukan apakah berita tersebut perlu dipercaya, diklarifikasi, atau tidak disebarkan

# Tahap 4: Peserta didik melakukan simulasi komunikasi Islami melalui: 

1. bermain peran;

2. diskusi;

3. percakapan;

4. atau simulasi komentar di media sosial. 

#Tahap 5: Peserta didik menjawab: “Apakah selama ini cara saya berbicara dan bermedia sosial sudah mencerminkan akhlak seorang Muslim?”

#Tahap 6: Peserta didik membuat komitmen sederhana: “Saya akan berpikir sebelum berbicara, memeriksa sebelum membagikan, dan menggunakan kata-kata yang baik.”

----------------------------------------

MATERI PEMBELAJARAN:
Nak, kita harus selalu ingat, bahwa Allah itu Khaliq, Allah Malik, Allah Roziq. 

Semua ketetapan yg hari ini kita terima adalah semua kehendak Allah SWT. Cuaca yg pans, Debu yang banyak, air yg sudah mulai kering, bencana alam yg ada dimana mana, musibah abu Vulcanik yg pernah kita alami semua adalah kehendak Allah. 

Bencana Alam yg datang adalah bentuk teguran atas kasih sayangnya Allah kepada hambanya. Hamba yg sadar akan kembali dan lebih dekat kepada Allah, namun hamba yg sombong akan semakin menjauh dari kuasaNya, mencela dan bahkan menyalahi alam sekitar. Oleh karena itu jangan pernah kita lalai atas apa yg Allah berikan kepada kita. 

Baik nak, urusan kita belajar hari ini, silahkan disimak materinya sebagai berikut:

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI ISLAM


B. 4 PRINSIP UTAMA KOMUNIKASI ISLAM


C. PENTINGNYA TABAYYUN

Tabayyun berarti melakukan klarifikasi atau memastikan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Dalam kehidupan sehari-hari, tabayyun sangat penting terutama ketika menerima informasi melalui media sosial.

Contoh: Seorang siswa menerima pesan: “Besok sekolah diliburkan!”

Sebelum menyebarkannya ke teman-teman, ia sebaiknya:

- tidak langsung percaya;

- memeriksa sumber informasi;

- bertanya kepada guru/wali kelas;

- mencari pengumuman resmi sekolah;

baru menyampaikan informasi setelah jelas kebenarannya.

Pesan penting: Jangan cepat menyebarkan berita. Pastikan benar sebelum berbagi.

D. CONTOH KOMUNIKASI ISLAM


E. ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL

Sebagai pelajar Muslim, kita perlu menerapkan akhlak yang sama di dunia nyata maupun dunia digital.

Sebelum mengirim atau mengunggah sesuatu, tanyakan:

BENAR? Apakah informasinya benar?

BAIK? Apakah isinya baik dan bermanfaat?

SANTUN? Apakah bahasanya sopan?

PERLU? Apakah memang perlu disampaikan?

BERTANGGUNG JAWAB? Apakah saya siap bertanggung jawab atas apa yang saya kirim?

Kalau jawabannya belum jelas, lebih baik berhenti sejenak dan melakukan tabayyun.

F. KALIMAT YANG BAIK DALAM KOMUNIKASI


ASESMENT FORMATIF:

Soal 1 : Apa yang dimaksud dengan komunikasi Islami? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!

Soal 2 : Sebutkan empat prinsip utama komunikasi Islami!

Soal 3 : Mengapa seorang Muslim harus melakukan tabayyun sebelum menyebarkan berita?

Soal 4 : Kamu mendapatkan pesan WhatsApp yang berisi berita tentang salah seorang temanmu, tetapi kamu tidak mengetahui apakah berita tersebut benar atau tidak. Apa yang seharusnya kamu lakukan? Jelaskan alasanmu!

Soal 5 : Perhatikan situasi berikut: Dalam sebuah grup kelas, seorang siswa menulis komentar yang mengejek temannya. Beberapa siswa kemudian ikut memberikan komentar yang sama.

Menurut ajaran komunikasi Islami, bagaimana seharusnya sikap seorang siswa yang melihat kejadian tersebut? Jelaskan minimal tiga tindakan yang dapat dilakukan!

KESIMPULAN MATERI:

Komunikasi Islami bukan sekadar berbicara dengan sopan, tetapi merupakan cara berkomunikasi yang berlandaskan kebenaran, kesantunan, kebaikan, dan tanggung jawab.

Seorang Muslim hendaknya:

1. Berpikir sebelum berbicara.

2. Tabayyun sebelum percaya.

3. Santun ketika menyampaikan.

4. Bijak sebelum membagikan.

5. Bertanggung jawab atas setiap perkataan dan tulisan.

Dengan demikian, komunikasi dapat menjadi jalan untuk menciptakan persaudaraan, kedamaian, dan keharmonisan, bukan menjadi sebab munculnya pertengkaran dan permusuhan.

Demikina materi hari ini, silahkan untuk dapt disimak baik-baik, dan Asesment dapat di kerjakan di Kolom Komentar. Semoga berkah dan bermanfaat untuk kita, aamiin

Terimakasih 

Minggu, 11 Oktober 2026

SENIN 12 OKTOBER 2026 - KELAS 9A DAN 9B - BERSYUKUR DENGAN AKIKAH, PEDULI SESAMA DENGAN BERKURBAN (Pengertian Aqiqah, dan Cara Pelaksanaanya)

IDENTITAS:
NAMA GURU : Mr. AMIN NURROHIM, S.Pd.I
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI
HARI/TGL : SENIN, 12 OKTOBER 2026
FASE/KELAS : D/9A & 9B
JUDUL MATERI :
 BERSYUKUR DENGAN AKIKAH, PEDULI SESAMA DENGAN BERKURBAN (Pengertian Aqiqah, dan Cara Pelaksanaanya)
PERTEMUAN KE : 13

CAPAIAN PEMBELAJARAN : 
Peserta
didik memahami ketentuan akikah berdasarkan ajaran Islam, menganalisis dalil dan hikmah pelaksanaannya, serta membiasakan perilaku bersyukur kepada Allah Swt., peduli terhadap sesama, berbagi rezeki, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan pengertian, hukum, dan ketentuan akikah dengan benar, mengidentifikasi dalil, tata cara, dan hikmah pelaksanaan akikah berdasarkan ajaran Islam, menganalisis hubungan antara akikah, rasa syukur kepada Allah Swt., dan kepedulian sosial, dan merumuskan contoh perilaku bersyukur dan berbagi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika keluarga tidak mampu melaksanakan akikah.

#Minfull : Peserta didik menyadari makna akikah sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. melalui kegiatan mengamati, menyimak dalil, mengidentifikasi hukum dan ketentuan akikah, serta merefleksikan nikmat yang telah diterima dalam kehidupan.

#Maningfull : Peserta didik menghubungkan ketentuan dan hikmah akikah dengan nilai syukur, kepedulian sosial, dan berbagi kepada sesama melalui diskusi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

#Joyfull : Peserta didik mengikuti kuis interaktif, permainan kartu konsep, diskusi kelompok, dan presentasi kreatif tentang pengertian, hukum, ketentuan, dalil, serta hikmah akikah dalam suasana belajar yang positif dan saling menghargai.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN: 
# Tahap 1: 

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan pertanyaan pemantik.
  • Guru menyajikan ilustrasi keluarga yang melaksanakan akikah dan berbagi makanan kepada tetangga.
  • Peserta didik mengamati, menyampaikan pengetahuan awal, dan mempelajari pengertian, hukum, serta ketentuan akikah.
  • Guru mengklarifikasi pemahaman peserta didik berdasarkan dalil dan materi fikih.
    Pertanyaan pemantik:“Mengapa akikah dikaitkan dengan rasa syukur kepada Allah Swt.?”

# Tahap 2:

  • Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.
  • Setiap kelompok menganalisis kasus tentang keluarga yang melaksanakan akikah dan keluarga yang belum mampu melaksanakannya.
  • Peserta didik mendiskusikan ketentuan akikah, hikmah, dan bentuk kepedulian sosial yang dapat dilakukan.
  • Kelompok menyampaikan hasil diskusi dan kelompok lain memberikan tanggapan.
    Tugas:Buat tiga contoh perilaku syukur yang dapat diterapkan seorang pelajar di rumah dan sekolah.

# Tahap 3:

  • Peserta didik menuliskan satu nikmat Allah yang paling mereka syukuri.
  • Peserta didik menghubungkan hikmah akikah dengan sikap berbagi, rendah hati, dan peduli terhadap sesama.
  • Guru mengajak peserta didik menyimpulkan pembelajaran.
    Pertanyaan refleksi:“Jika kita belum mampu melakukan suatu ibadah sunah, bagaimana cara kita tetap menunjukkan rasa syukur kepada Allah?”

# Tahap 4:

  • Guru memberikan kuis singkat.
  • Peserta didik menjawab secara mandiri.
  • Guru memberikan umpan balik dan meluruskan miskonsepsi.
  • Peserta didik menyampaikan satu komitmen tindakan syukur yang akan dilakukan.
    Contoh komitmen:“Saya akan mensyukuri nikmat Allah dengan menaati orang tua, belajar dengan sungguh-sungguh, dan membantu teman yang membutuhkan.”

----------------------------------------

MATERI PEMBELAJARAN:
Nak, kita harus selalu ingat, bahwa Allah itu Khaliq, Allah Malik, Allah Roziq. 

Semua ketetapan yg hari ini kita terima adalah semua kehendak Allah SWT. Cuaca yg pans, Debu yang banyak, air yg sudah mulai kering, bencana alam yg ada dimana mana, musibah abu Vulcanik yg pernah kita alami semua adalah kehendak Allah. 

Bencana Alam yg datang adalah bentuk teguran atas kasih sayangnya Allah kepada hambanya. Hamba yg sadar akan kembali dan lebih dekat kepada Allah, namun hamba yg sombong akan semakin menjauh dari kuasaNya, mencela dan bahkan menyalahi alam sekitar. Oleh karena itu jangan pernah kita lalai atas apa yg Allah berikan kepada kita. 

Baik nak, urusan kita belajar hari ini, silahkan disimak materinya sebagai berikut:

A. Pengertian akikah
Akikah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk ibadah kepada Allah Swt. yang berkaitan dengan kelahiran seorang anak. Akikah merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas karunia keturunan.

B. Hukum dan ketentuan akikah

  • Hukum akikah menurut mayoritas ulama adalah sunah muakadah, yaitu sunah yang sangat dianjurkan bagi yang mampu.
  • Ketentuan yang umum dijelaskan dalam fikih adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.

  • Pelaksanaan akikah dianjurkan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Jika belum dapat dilaksanakan, terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai waktu pelaksanaannya.

  • Daging akikah dapat dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang yang membutuhkan.

C. Dalil tentang akikah

Salah satu hadis yang menjadi dasar pembahasan akikah adalah hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi yang menjelaskan bahwa setiap anak berkaitan dengan akikahnya, dengan ketentuan penyembelihan pada hari ketujuh, pemberian nama, dan pencukuran rambut.

Berikut adalah Hadist yang berkaitan:

D. Hikmah akikah

  1. Menunjukkan rasa syukur kepada Allah Swt.

  2. Meneladani tuntunan Rasulullah saw.

  3. Mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.

  4. Menumbuhkan kepedulian terhadap tetangga dan masyarakat.

  5. Mengajarkan berbagi rezeki serta tidak bersikap berlebihan.

Pesan penting: Hakikat bersyukur bukan hanya melaksanakan akikah, tetapi juga menggunakan nikmat Allah dengan baik, menaati perintah-Nya, dan peduli terhadap sesama. Keluarga yang belum mampu melaksanakan akikah tidak boleh dipandang rendah.

FORMATIF:
Pilih
satu jawaban untuk setiap soal, lalu tekan tombol periksa jawaban.

1. Apa tujuan utama pelaksanaan akikah?

2. Bagaimana hukum akikah menurut mayoritas ulama?

3. Berapa ketentuan umum hewan akikah untuk anak laki-laki dan perempuan?

4. Keluarga seorang teman belum mampu melaksanakan akikah. Sikap yang tepat adalah …

5. Mengapa berbagi daging akikah kepada orang lain memiliki nilai sosial?

Kesimpulan Pembelajaran:

Akikah merupakan salah satu bentuk ibadah yang mengajarkan umat Islam untuk mensyukuri karunia kelahiran anak. Pelaksanaannya mengandung nilai ketaatan kepada Allah Swt., kepedulian sosial, berbagi rezeki, dan mempererat persaudaraan.

Melalui Pembelajaran Mendalam, peserta didik tidak hanya menghafal pengertian dan ketentuan akikah, tetapi juga memahami maknanya, menganalisis persoalan yang berkaitan dengannya, merefleksikan nilai syukur, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan penutup untuk peserta didik:

“Bersyukur bukan hanya tentang seberapa banyak nikmat yang kita miliki, tetapi tentang bagaimana kita menggunakan nikmat tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan memberikan manfaat bagi sesama.”




KAMIS 15 OKTOBER 2026 - KELAS 9C & 9D - KOMUNIKASI ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (Pengertian, Prinsip-prinsip Komunikasi Islam, Pentingnya Tabayun dan Etika Komunikasi di Sosial Media)

IDENTITAS: NAMA GURU : Mr. AMIN NURROHIM, S.Pd.I MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI HARI/TGL : KAMIS, 15 OKTOBER 202...