IDENTITAS:
NAMA GURU : Mr. AMIN NURROHIM, S.Pd.I
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI
HARI/TGL : SENIN, 13 SEPTEMBER 2026
FASE/KELAS : D/9A & 9B
JUDUL MATERI : KOMUNIKASI ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (Pengertian, Prinsip-prinsip Komunikasi Islam, Pentingnya Tabayun dan Etika Komunikasi di Sosial Media)
PERTEMUAN KE : 10
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Peserta didik mampu memahami prinsip komunikasi Islami, membedakan komunikasi yang baik dan tidak baik, serta menerapkannya dalam komunikasi langsung maupun melalui media sosial dengan memperhatikan kebenaran informasi, kesantunan bahasa, tanggung jawab, dan sikap tabayyun.
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta didik diharapkan dapat memahami prinsip komunikasi Islami, membedakan komunikasi yang baik dan tidak baik, serta menerapkannya dalam komunikasi langsung maupun melalui media sosial dengan memperhatikan kebenaran informasi, kesantunan bahasa, tanggung jawab, dan daoat menerapkan sikap tabayyun dalam kehidupan sehari-hari
#Minfull : Menjelaskan pengertian komunikasi Islami dengan bahasa sendiri. Menyadari bahwa setiap ucapan, tulisan, komentar, dan informasi yang disampaikan kepada orang lain harus dipertanggungjawabkan. Mengidentifikasi perbedaan antara komunikasi yang santun dan komunikasi yang dapat menyakiti orang lain.
#Maningfull : Mengidentifikasi prinsip-prinsip komunikasi Islami dalam kehidupan sehari-hari. Menjelaskan pentingnya tabayyun sebelum menyebarkan suatu informasi. Menganalisis contoh percakapan, komentar, atau unggahan media sosial berdasarkan nilai-nilai Islam. Menentukan tindakan yang tepat ketika menerima berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya.
#Joyfull : Mempraktikkan komunikasi yang santun melalui kegiatan diskusi, bermain peran, atau simulasi. Membuat contoh komunikasi atau komentar media sosial yang positif, santun, benar, dan bertanggung jawab. Membiasakan komunikasi yang dapat menciptakan suasana damai, harmonis, dan saling menghargai.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN:
# Tahap 1: Peserta didik mengingat kembali materi etika pergaulan pada pertemuan sebelumnya, kemudian memahami pengertian komunikasi Islami.
# Tahap 2: Peserta didik mengidentifikasi prinsip komunikasi Islami: Benar → Santun → Baik → Bertanggung jawab
# Tahap 3: Peserta didik menganalisis beberapa kasus komunikasi dalam kehidupan sehari-hari dan media sosial. Contoh: “Kamu menerima berita tentang temanmu yang belum tentu benar. Apa yang akan kamu lakukan?” Peserta didik menentukan apakah berita tersebut perlu dipercaya, diklarifikasi, atau tidak disebarkan
# Tahap 4: Peserta didik melakukan simulasi komunikasi Islami melalui:
1. bermain peran;
2. diskusi;
3. percakapan;
4. atau simulasi komentar di media sosial.
#Tahap 5: Peserta didik menjawab: “Apakah selama ini cara saya berbicara dan bermedia sosial sudah mencerminkan akhlak seorang Muslim?”
#Tahap 6: Peserta didik membuat komitmen sederhana: “Saya akan berpikir sebelum berbicara, memeriksa sebelum membagikan, dan menggunakan kata-kata yang baik.”
----------------------------------------
MATERI PEMBELAJARAN:
Nak, kita harus selalu ingat, bahwa Allah itu Khaliq, Allah Malik, Allah Roziq.
Semua ketetapan yg hari ini kita terima adalah semua kehendak Allah SWT. Cuaca yg pans, Debu yang banyak, air yg sudah mulai kering, bencana alam yg ada dimana mana, musibah abu Vulcanik yg pernah kita alami semua adalah kehendak Allah.
Bencana Alam yg datang adalah bentuk teguran atas kasih sayangnya Allah kepada hambanya. Hamba yg sadar akan kembali dan lebih dekat kepada Allah, namun hamba yg sombong akan semakin menjauh dari kuasaNya, mencela dan bahkan menyalahi alam sekitar. Oleh karena itu jangan pernah kita lalai atas apa yg Allah berikan kepada kita.
Baik nak, urusan kita belajar hari ini, silahkan disimak materinya sebagai berikut:
A. PENGERTIAN KOMUNIKASI ISLAM
B. 4 PRINSIP UTAMA KOMUNIKASI ISLAM
C. PENTINGNYA TABAYYUN
Tabayyun berarti melakukan klarifikasi atau memastikan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, tabayyun sangat penting terutama ketika menerima informasi melalui media sosial.
Contoh: Seorang siswa menerima pesan: “Besok sekolah diliburkan!”
Sebelum menyebarkannya ke teman-teman, ia sebaiknya:
- tidak langsung percaya;
- memeriksa sumber informasi;
- bertanya kepada guru/wali kelas;
- mencari pengumuman resmi sekolah;
baru menyampaikan informasi setelah jelas kebenarannya.
Pesan penting: Jangan cepat menyebarkan berita. Pastikan benar sebelum berbagi.
D. CONTOH KOMUNIKASI ISLAM
E. ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL
Sebagai pelajar Muslim, kita perlu menerapkan akhlak yang sama di dunia nyata maupun dunia digital.
Sebelum mengirim atau mengunggah sesuatu, tanyakan:
BENAR? Apakah informasinya benar?
BAIK? Apakah isinya baik dan bermanfaat?
SANTUN? Apakah bahasanya sopan?
PERLU? Apakah memang perlu disampaikan?
BERTANGGUNG JAWAB? Apakah saya siap bertanggung jawab atas apa yang saya kirim?
Kalau jawabannya belum jelas, lebih baik berhenti sejenak dan melakukan tabayyun.
F. KALIMAT YANG BAIK DALAM KOMUNIKASI
ASESMENT FORMATIF:
Soal 1 : Apa yang dimaksud dengan komunikasi Islami? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!
Soal 2 : Sebutkan empat prinsip utama komunikasi Islami!
Soal 3 : Mengapa seorang Muslim harus melakukan tabayyun sebelum menyebarkan berita?
Soal 4 : Kamu mendapatkan pesan WhatsApp yang berisi berita tentang salah seorang temanmu, tetapi kamu tidak mengetahui apakah berita tersebut benar atau tidak. Apa yang seharusnya kamu lakukan? Jelaskan alasanmu!
Soal 5 — HOTS
Perhatikan situasi berikut: Dalam sebuah grup kelas, seorang siswa menulis komentar yang mengejek temannya. Beberapa siswa kemudian ikut memberikan komentar yang sama.
Menurut ajaran komunikasi Islami, bagaimana seharusnya sikap seorang siswa yang melihat kejadian tersebut? Jelaskan minimal tiga tindakan yang dapat dilakukan!
KESIMPULAN MATERI:
Komunikasi Islami bukan sekadar berbicara dengan sopan, tetapi merupakan cara berkomunikasi yang berlandaskan kebenaran, kesantunan, kebaikan, dan tanggung jawab.
Seorang Muslim hendaknya:
1. Berpikir sebelum berbicara.
2. Tabayyun sebelum percaya.
3. Santun ketika menyampaikan.
4. Bijak sebelum membagikan.
5. Bertanggung jawab atas setiap perkataan dan tulisan.
Dengan demikian, komunikasi dapat menjadi jalan untuk menciptakan persaudaraan, kedamaian, dan keharmonisan, bukan menjadi sebab munculnya pertengkaran dan permusuhan.
Demikina materi hari ini, silahkan untuk dapt disimak baik-baik, dan Asesment dapat di kerjakan di Kolom Komentar. Semoga berkah dan bermanfaat untuk kita, aamiin
Terimakasih

