Rabu, 26 Februari 2020

27/02 Keutamaan Salam 2

Materi Kultum hari Kamis 27/02/2020

Siapa yang Seharusnya Mendahului Salam?

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ عَلَى الْمَاشِى ، وَالْمَاشِى عَلَى الْقَاعِدِ ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ
Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam pada orang yang berjalan. Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk. Rombongan yang sedikit memberi salam kepada rombongan yang banyak.” (HR. Bukhari no. 6233 dan Muslim no 2160)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُسَلِّمُ الصَّغِيرُ عَلَى الْكَبِيرِ ، وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ
Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada  orang yang dudukYang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak.” (HR. Bukhari no. 6231)


Jika yang diberi salam adalah Jama'ah

Jika yang diberi salam adalah jama’ah (banyak orang), maka hukum menjawab salam adalah fardhu kifayah jika yang lain telah menunaikannya. Jika jama’ah diberi salam, lalu hanya satu orang yang membalasnya, maka yang lain gugur kewajibannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُجْزِئُ عَنِ الْجَمَاعَةِ إِذَا مَرُّوا أَنْ يُسَلِّمَ أَحَدُهُمْ وَيُجْزِئُ عَنِ الْجُلُوسِ أَنْ يَرُدَّ أَحَدُهُمْ
Sudah cukup bagi jama’ah (sekelompok orang), jika mereka lewat, maka salah seorang dari mereka memberi salam dan sudah cukup salah seorang dari sekelompok orang yang duduk membalas salam tersebut.” (HR. Abu Daud no. 5210. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Dan sebagaimana dijelaskan oleh Ash Shon’ani bahwa hukum jama’ah (orang yang jumlahnya banyak) untuk memulai salam adalah sunnah kifayah (jika satu sudah mengucapkan, maka yang lain gugur kewajibannya). Namun, jika suatu jama’ah diberi salam, maka membalasnya dihukumi fardhu kifayah. (Subulus Salam, 7/8)

Selasa, 25 Februari 2020

26/02 Keutamaan Salam

Materi Kultum haru Rabu 26/02/2020

Saling Mengucapkan Salam akan Menimbulkan Rasa Cinta

Mengucapkan salam merupakan sebab terwujudnya kesatuan hati dan rasa cinta di antara sesama muslim sebagaimana kenyataan yang kita temukan (Huquq Da’at Ilaihal Fithroh, 46).  Dalil yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)


Senin, 24 Februari 2020

25/02 Fadhilah Salam

Materi Kultum hari Selasa 25/02/2020


Ada 3 kandungan yg di dapat dari salam
1. Keselamatan
2. Rahmat
3. Keberkahan


Rabu, 19 Februari 2020

20/02 Doa Untuk Menghilangkan Sifat Malas

Materi Kultum hari Kamis 20/02/2020
---------------------

Seringkali kita terjangkit rasa malas yang menghambat lancarnya aktivitas keseharian. Paling merugikan sekali, saat kesibukan menumpuk namun rasa itu tiba-tiba menjangkiti tubuh kita. Walhasil, setelah beberapa waktu berlalu, kita baru sadar ternyata tugas semakin menumpuk sedangkan waktu semakin sempit. Ya, ada dua keadaan yang sering kita lalaikan dalam kehidupan kita, dan Rasulullah memang sudah mewanti-wanti akan kelalaian seorang Muslim ketika mendapatkan dua anugerah ini, yaitu sehat dan waktu yang luang.

Di waktu sehat terkadang kita jarang memanfaatkannya untuk melakukan ketaatan kepada Allah subhanahu wata’ala. Di saat sakit tiba, barulah kita tersadar akan pentingnya sehat. Begitupun dengan waktu yang luang, seringkali kita melalaikannya, namun tatkala ia pergi menghilang saat kita membutuhkannya, sadarlah kita akan tidak produktifnya kita dalam menggunakannya. Lagi-lagi memang rasa malas mudah menyerang saat kedua kondisi di atas berlangsung, saat sehat kita malas bersyukur, saat memiliki waktu luang kita malas memanfaatkannya. 

Selain itu, malas dalam beribadah dan berbuat ketaatan pun kadang ditunggangi oleh banyaknya maksiat yang kita lakukan, na’uzubillah. Lantas adakah doa dari Rasulullah untuk menghilangkan rasa malas? Ada.

Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anh menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memohon perlindungan dengan berdoa: ا
إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْل A

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung pkeadaMu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.” 

Demikian doa untuk mengilangkan rasa malas, semoga kita selalu dilindungi Allah subhanahu wata’ala dari segala hal yang menyebabkan malas melakukan ketaatan. Wallahu a‘lam

Selasa, 18 Februari 2020

19/02 Bahaya Sifta Malas 2

Materi Kultum hari Rabu 19/02/2020
----------------------

Lanjutan bahasan kemarin.
Bahaya dari sifat malas...

4. Telat Mikir
Kemampuan berpikir pun akan menjadi berkurang jika rasa malas ini terus menerus diberlakukan. Kita tentu pernah bukan, menemui seseorang yang seperti ini?
5. Kurang percaya diri
Rasa kurang percaya diri pun akan menjadi berkurang ketika misalnya hendak bergabung dalam suatu diskusi yang membahas tentang ilmu pengetahuan, atau hal lain yang membutuhkan semacam analisa berpikir.
Yups, arena malu bergaul sama orang-orang rajin dan pintar
6. Gak disukai sama orang
Ingat, dalam kehidupan sehari-hari itu, gak bakal ada yang mau menemani orang malas! Orang-orang yang rajin, akan merasa risih ketika mengetahui hal ini. 
7. Gak bisa melakukan apa-apa
Dan pada akhirnya sifat dari kemalasan ini akan berujung pada kegagalan karena gak bisa melakukan apa-apa.
Coba deh, biasakan melawaan rasa malas dalam diri. Bener deh, gak ada gunanya terlebih lagi jika kita punya waktu kosong, mending gunakan waktu kosong tersebut dengan kegiatan lain yang bermanfaat.

Senin, 17 Februari 2020

18/02 Bahaya Sifat Malas

Materi Kultum hari Selasa 18/02/20
----------------------


1.Kebingungan 
Sifat malas akan berbahaya nantinya bagi diri sendiri jika lama kelamaan kebiasaan ini terus dilakukan. Maka kita akan berada di posisi ketidakjelasan tentang suatu hal misalnya dalam menentukan keputusan.
2. Ingatan menjadi lemah
Ya, karena sifat pemalas itu karena kita jarang melatih otak atau pikiran. Maka lama kelamaan otak pun menjadi lemah dan membuat ingatan pun menjadi lemah.
3. Menjadi bodoh
Selain ingatan menjadi lemah, biasanya akan menjadi bodoh. Sifat seperti inilah yang selalu banyak bicara namun tak pernah melakukan suatu hal.
Lanjut bahasannya dipostingan berikutnya... 

KAMIS 6 AGUSTUS 2026 - KELAS 9C & 9D - MEMPELAJARI KANDUNGAN SURAT AL MUJADALAH AYAT 11 DAN AZ ZUMAR AYAT 9 TENTANG MENUNTUT ILMU (Pertemuan ke 3)

IDENTITAS NAMA GURU : Mr. AMIN NURROHIM, S.Pd.I MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI HARI/TGL : SELASA, 6 AGUSTUS 2026...