IDENTITAS:
NAMA GURU : Mr. AMIN NURROHIM, S.Pd.I
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI
HARI/TGL : KAMIS, 3 SEPTEMBER 2026
FASE/KELAS : D/9C & 9D
JUDUL MATERI : MEYAKINI HARI AKHIR DENGAN MAWAS DIRI
(Macam-macam hari Akhir dan Perbedannya, Tanda-tanda hari Akhir,
Rangkaian Kehidupan setelah Kematian dan Hikmah kepada Hari Akhir)
PERTEMUAN KE : 7
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Peserta
Didik mampu menyebutkan Macam-hari akhir dan Perbedaanya, Peserta Didik
mampu menyebutkan Tahapan Kehidupan setelah kematian dan Peserta Didik
mampu memahami Hikmah beriman kepada Hari Akhir
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta
Didik diharapkan dapat menyebutkan Macam-hari akhir dan Perbedaanya,
Peserta Didik dapat menyebutkan Tahapan Kehidupan setelah kematian dan
Peserta Didik mampu memahami Hikmat beriman kepada Hari Akhir
#Minfull :
Peserta didik menyadari bahwa iman kepada Hari Akhir merupakan bagian
dari rukun iman yang harus diyakini, kemudian mampu menyebutkan
macam-macam dan perbedaan hari akhir setelah mendengarkan penjelasan
dari Guru.
#Maningfull : Peserta didik mengkaji
Tahapan Kehidupan setelah kematian sampai pada Kehidupan dialam Akhirat
dengan mengaitkan kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran tidak
hanya berupa hafalan.
#Joyfull : Peserta didik
mengikuti pembelajaran melalui diskusi dan kuis sehingga tumbuh
kesadaran dan mengetahui Hikmat tentang beriman kepada hari akhir serta
mendorong mereka untuk berperilaku lebih bertanggung jawab dan berbuat
baik.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN:
# Tahap 1:
Guru
memberikan pertanyakan tentang materi minggu lalu kemudian mengaitkan
materi saat ini, kemudian Peserta didik menyampaikan pendapatnya dan
teman lain menanggapi.
# Tahap 2:
Guru menampilkan
gambar berkaitan dengan Perbedaan Kiamat Sughro dan Kubro, kemudian
memberikan contoh terhadap kejadian-kejadian saat ini di sekitar kita.
# Tahap 3:
Peserta
didik mengikuti kuis dan menyebutkan Hikmat beriman kepada hari akhir
kemudian membuat komitmen sederhana untuk meningkatkan amal saleh dan
menjauhi perbuatan buruk.
----------------------------------------
MATERI PEMBELAJARAN:
Nak, ada 3 hal yg perlu kalian cermati sebelum kalian pelajari Materi hari ini tentang:
1. Allah Al-Khaliq — Allah Maha Pencipta.
Allah
menciptakan kita di Dunia dengan berbagai kelebihan dan kekurangan,
jadi kita tidak boleh harus memaksakam seperti orang Lain, dan kita pun
tidak boleh menyombongkan dengan kelebihan kita, karena Kita dilahirkan
di dunia hanyalah untuk beribadah pada Allah. Pun ketika kita mempunyai
kekurangan, jangan pernah berkecil hati, tapi tutuplah kekurangan kita
dengan kelebihan
2. Allah Al-Malik — Allah Maha Merajai.
Semua
yang kita punya sebenarnya hanya titipan Allah. Harta yg kita punya,
kendaraan yg kita punya, rumah yg kita punya, jangan sampai kita sombong
dan membanggakan diri. Ketahuilah bahwa yg namanya titipan suatu saat
akan diambil oleh pemiliknya yakni Allah SWT.
3. Allah Ar-Razziq — Allah Maha Pemberi Rezeki.
Sampai
saat ini, kita masih bisa menikmati Apa yg Allah kasih, terutama dari
segi makanan, harta dan kendaraan... Bayangkan orang2 yang ada di luar
sana, yg makan saja sulit, harta saja tidak punya, bahkan harus berjalan
kaki... Maka jangan pernah kita lalai dengan Apa yg telah Allah beri
kepada kita, harus tetap bersyukur dan jangan pernah kufur. Semoga
nikmat Allah akan terus tercurah kepada kita. Aamiin
Ok, Selanjutnya simak materi berikut ini:
MEDIA PEMBELAJARAN/ALAT PERAGA:
1. Leptop
2. LCD dan
3. Video Simulasi terjadinya Kiamat Sugro dan Kubro
ASESMENT :
Menurut pemahamanmu tentang iman kepada hari akhir, apakah perilaku Rafi tersebut sudah mencerminkan keimanan yang benar? Jelaskan alasanmu dan bagaimana seharusnya sikap Rafi!
2. Dua orang siswa menemukan sebuah dompet berisi uang di halaman sekolah.
- Siswa A mengambil uang tersebut karena berpikir tidak ada orang yang melihat.
- Siswa B menyerahkannya kepada guru meskipun tidak ada seorang pun yang mengetahui bahwa ia menemukan dompet tersebut.
Analisislah perbedaan sikap kedua siswa tersebut jika dikaitkan dengan keimanan kepada hari akhir. Mengapa keyakinan terhadap hari akhir dapat memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan ketika tidak ada orang yang mengawasinya?
“Tidak perlu terlalu memikirkan kehidupan akhirat. Yang penting kita sukses di dunia, mendapatkan banyak uang, dan menikmati kehidupan. Urusan amal dan pertanggungjawaban nanti saja dipikirkan ketika sudah tua.”
Menurut pendapatmu, apakah pola pikir tersebut sesuai dengan ajaran Islam tentang iman kepada hari akhir? Analisislah dampaknya terhadap kehidupan seseorang jika pola pikir tersebut terus dipertahankan.
1. Proses Pembelajaran di Kelas 9C dan 9D Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar, tidak ada materi yang tertinggal, semua sudah tersampaikan.
2. Peserta Didik Kelas 9A dan 9B seluruhnya sudah dapat menjelaskan tentang perbedaan Kiamat Qubro dan Sughro
4. Peserta Didik Kelas 9A dan 9D sudah dapat menyebutkan Hikmah beriman kepada Hari Akhir dengan baik dan benar
6. Kehadiran Kelas 9C hanya 1 yang tidak masuk karena Izin Dispen
gagah 9d
BalasHapusmenurut saya pola pikir tsb kurang pantas atau tidak sesuai dengan ajaran agama islam
analisa saya adalah banyak orang orang yang akan menyesal sebab kita tidak tau kapan kita meninggal dan banyak masjid masjid yang akan sepi karena orang orang sibuk dengan dunia dan marak nya kejahatan serta zinah yang terjadi
Ghifara At Tin Kimay 9C
BalasHapus1. A termasuk kiamat sugra karena seseorang yang meninggal termasuk kiamat kecil bagi dirinya. B juga termasuk kiamat sugra karena gempa bumi hanya terjadi di daerah tertentu dan tidak membuat seluruh dunia berakhir. Sedangkan C termasuk kiamat kubra karena seluruh alam semesta akan hancur dan semua kehidupan di dunia berakhir.
Bedanya, kiamat sugra terjadi dalam skala kecil, misalnya kematian atau bencana alam. Kalau kiamat kubra terjadi pada seluruh alam semesta dan menjadi akhir dari kehidupan di dunia.
2. Menurut saya, iman kepada hari akhir bisa membuat siswa itu tetap jujur karena dia tahu semua yang dilakukan pasti akan dipertanggungjawabkan. Jadi, walaupun gurunya tidak melihat, dia tetap tidak menyontek karena percaya bahwa Allah tahu apa yang dia lakukan.
Dia juga percaya kalau setiap perbuatan ada balasannya. Karena itu, dia lebih memilih jujur walaupun mungkin nilainya tidak sebesar teman-temannya yang menyontek.
3. Orang pertama berpikir kalau tidak ada yang melihat, dia tidak perlu berbuat baik. Sedangkan orang kedua tetap berbuat baik karena dia percaya bahwa Allah selalu mengetahui apa yang dilakukan manusia.
Menurut saya, iman kepada hari akhir bisa membuat seseorang lebih bertanggung jawab karena dia sadar bahwa semua perbuatannya akan ada pertanggungjawabannya. Jadi, dia akan lebih hati-hati sebelum melakukan sesuatu, lebih disiplin, dan tidak hanya berbuat baik saat ada orang yang melihat.
syahquita zoya a 9D
BalasHapusPembagian Kiamat: Hari Akhir dibagi menjadi dua, yaitu Kiamat Sughro (kecil) dan Kiamat Kubro (besar).
Kiamat Sughro: Ditandai dengan kematian individu dan bencana alam lokal (gempa, banjir, kebakaran, longsor).
Kiamat Kubro: Ditandai dengan munculnya makhluk menyeramkan, Ya'jud Ma'jud, Dajjal, Imam Mahdi, Nabi Isa, serta hancurnya seluruh alam semesta.
Tahapan Setelah Dunia: Dunia → Kematian → Alam Barzakh/Kubur → Kiamat → Yaumul Ba'ats → Yaumul Mahsyar → Yaumul Hisab → Yaumul Mizan → Surga/Neraka.
Hikmah Beriman: Mendorong diri untuk selalu bertakwa kepada Allah, berbuat kebaikan, dan menjauhi perbuatan buruk.
Nama: Effelia Sheren
BalasHapusKelas: 9D
Kesimpulan Pembelajaran:
Dari materi hari ini saya menyimpulkan bahwa Hari Akhir ada 2 macam yaitu Kiamat Sugra/kecil seperti bencana dan kematian, dan Kiamat Kubra/besar dengan tanda-tandanya muncul Dajjal, Imam Mahdi, Nabi Isa, dan matahari terbit dari barat. Setelah meninggal manusia akan melalui tahapan Alam Barzakh > Yaumul Ba'ats > Yaumul Mahsyar > Yaumul Hisab > Yaumul Mizan > Surga/Neraka. Hikmah beriman kepada Hari Akhir adalah kita jadi lebih takwa, rajin beramal saleh, tidak sombong, dan takut berbuat maksiat.
Pertanyaan:
Pak, bagaimana cara kita agar tidak termasuk orang yang lalai seperti contoh di Asesmen tentang Rafi yang rajin di sekolah tapi malas di rumah? Apa ciri-ciri orang yang benar-benar beriman kepada Hari Akhir dalam kehidupan sehari-hari?
Yang harus kita ingat adalah, bahwa apapun yang kita lakukan ada Allah yang maha melihat, rakib dan atit pun tidak pernah luput dari tugasnya yaitu mencatat apa - apa yang kita lakukan selama di dunia...
HapusKemudian, ketika kita benar - benar melakukan kebaikan jangan pernah berharap dengan pengakuan orang lain, kita fokus saja dengan usaha kita dan gatungkan harapan kita hanya kepada Allah SWT.
Kemudian Ciri-ciri orang yang beriman di hari akhir adalah:
1. Selalu berhati-hati dalam bertindak (karena orang yang beriman selalu ingat bahwa nanti apa yang kita lakukan akan di pertanggung jawabkan diakhirat)
2. Selalu taat sama Allah, karena dia tau bahwa di dunia ini pasti akan mati, dan dunia akan hancur, jdi selalu mempersiapkan diri dan bekal untuk menghadapi kematian
Ini contoh simpelnya...
Makasih ya evelin sudah bertanya.. bagus pertanyaannya
Andra Kila paskal aliuni 9d
BalasHapusmenurut saya pola pikir tsb kurang pantas atau tidak sesuai dengan ajaran agama islam
analisa saya adalah banyak orang orang yang akan menyesal sebab kita tidak tau kapan kita meninggal dan banyak masjid masjid yang akan sepi karena orang orang sibuk dengan dunia dan marak nya kejahatan serta zinah yang terjadi
Annisa Nur Azizah 9C
BalasHapus1. menurut saya, perilaku tersebut belum termasuk mencerminkan keimanan, karna ia hanya beribadah di sekolah namun saat di rumah di tinggalkan karna ia belum mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk hari akhir yang pasti akan datang.
2. karena orang yang menyakini adanya hari akhir pasti takut untuk melakukan kemaksiatan atau berbohong, dan orang yang tidak percaya hari akhir pasti akan lebih mudah untuk berbohong.
3. tidak sesuai dengan ajaran islam, karna hari akhir itu bukan sekedar menyakini di dalam hati saja, tapi harus sesuai dengan perkataan dan perbuatan yang akan di lakukan, dan jika prilaku ini terus dilakukan ia akan kehilangan rasa takut untuk berbuat dosa.
Bayu Al fahmi 9c
BalasHapus1. kiamat kecil bagi dirinya. B juga termasuk kiamat sugra karena gempa bumi hanya terjadi di daerah tertentu dan tidak membuat seluruh dunia berakhir. Sedangkan C termasuk kiamat kubra karena seluruh alam semesta akan hancur dan semua kehidupan di dunia berakhir.
Bedanya, kiamat sugra terjadi dalam skala kecil, misalnya kematian atau bencana alam. Kalau kiamat kubra terjadi pada seluruh alam semesta dan menjadi akhir dari kehidupan di dunia.
2. Menurut saya, iman kepada hari akhir bisa membuat siswa itu tetap jujur karena dia tahu semua yang dilakukan pasti akan dipertanggungjawabkan. Jadi, walaupun gurunya tidak melihat, dia tetap tidak menyontek karena percaya bahwa Allah tahu apa yang dia lakukan.
Dia juga percaya kalau setiap perbuatan ada balasannya. Karena itu, dia lebih memilih jujur walaupun mungkin nilainya tidak sebesar teman-temannya yang menyontek.
3. Orang pertama berpikir kalau tidak ada yang melihat, dia tidak perlu berbuat baik. Sedangkan orang kedua tetap berbuat baik karena dia percaya bahwa Allah selalu mengetahui apa yang dilakukan manusia.
Menurut saya, iman kepada hari akhir bisa membuat seseorang lebih bertanggung jawab karena dia sadar bahwa semua perbuatannya akan ada pertanggungjawabannya. Jadi, dia akan lebih hati-hati sebelum melakukan sesuatu, lebih disiplin, dan tidak hanya berbuat baik saat ada orang yang melihat.
anggun 9c
BalasHapus1.tidak,karena harusnya rafi tetap mengerjakan ibadah dirumah dan melakukan yang baik walaupun tidak ada satu pun orang yang melihatnya
2.siswa A dan siswa B memiliki sifat yang berbeda karena siswa A tidak jujur tetapi siswa B jujur
jika kita beriman kepada hari akhir maka kita tau semua yang dilakukan akan dipertanggung jawabkan
3.menurut saya pola pikir sepeti itu tidak pantas dan ga sesuai dengan ajaran agama islam karena apapun perbuatan yang kita lakukan akan dihitung dan dipertanggung jawabkan dan kita gabakal pernah tau kapan kita meninggal
1.
BalasHapusBelum mencerminkan iman kepada hari akhir karena Rafi beribadah hanya untuk dipuji. Seharusnya ia ikhlas beribadah dan tetap berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat, karena semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
2.
Siswa A mengambil uang karena merasa tidak ada yang melihat, sedangkan Siswa B jujur dan menyerahkan dompet kepada guru. Siswa B lebih mencerminkan iman kepada hari akhir karena yakin Allah selalu melihat dan semua perbuatan akan mendapat pertanggungjawaban.
3.
Pola pikir tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kehidupan dunia hanya sementara, sedangkan akhirat kekal. Jika terus berpikir demikian, seseorang bisa lalai beribadah dan terlalu mengejar dunia. Seharusnya kita menyeimbangkan kehidupan dunia dengan persiapan untuk akhirat.
arifin ilham 9d
BalasHapusKesimpulan
Menurut saya, materi tentang iman kepada Hari Akhir sangat penting karena mengajarkan kita untuk selalu beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. Kita jadi mengetahui perbedaan Kiamat Sughra dan Kiamat Kubra, serta tahapan kehidupan manusia setelah meninggal hingga kehidupan di akhirat. Dari pembelajaran ini, saya juga belajar untuk selalu berbuat baik, menjauhi keburukan, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah dunia.
Anindya Puteri 9D
BalasHapus1.Tidak, perilaku rafi belum mencerminkan keimanan yang benar alasan yang pasti rafi beribadah di sekolah hanya karna ingin dipuji guru yang namanya (riya'= beribadah karena ingin dilihat/dipuji orang, yang seharusnya ibadah harus ikhlas kepada Allah SWT saat melakukan ibadah
2.untuk siswa A : mengambil uang karena tidak ada yang melihat yang tertunjuk keimanannya kepada hari akhir masih lemah, alasan contohnya ia hanya takut jika dilihat manusia tapi lupa bahwa Allah selalu melihat, ia mengutamakan keuntungan duniawi sesaat daripada takut dosa, padahal dalam islam mengambil barang orang lain = mencuri. Di hari akhir akan tetap di hisab walaupun tidak ada saksi manusia
siswa B : menyerahkan dompet kepada guru walau tidak ada yang tahu, tertunjuk oleh keimanannya kepada hari akhir sudah kuat alasan contohnya, ia jujur meskipun tidak ada yang mengawasi dan tidak ada yang memuji, ia sadar bahwa Allah maha melihat dari semua perbuatannya yang akan dicatat malaikat, ia takut azab Allah dan ingin mendapat pahala di akhirat, bukan pujian di dunia
3.dalam islam iman kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman ke 5 . Ciri orang beriman yaitu menyeimbangkan dunia dan akhirat dan seseorang tersebut jika berdampak pola pikir itu terus dipertahankan akan :
-hidup tanpa arah dan prinsip karena ukuran sukses hanya uang maka orang akan menghalalkan segala cara : korupsi, menipu, dzolim ke orang lain asal kaya
-jauh dari Allah dan mudah bermaksiat : karena merasa "nanti saja tobatnya" akhirnya sholat tertinggal, zakat tidak bayar, dan dosa terus dikumpulkan
-rugi di akhirat : ketika mati datang tiba tiba, bekal amal kosong. Semua harta tidak bisa dibawa, yang ada hanya penyesalan (QS Al-munafiqun:10)
syafira hestiara putri 9c
BalasHapus1. Menurut sayaa perilaku itu tidak mencerminkan keimanan, karna rafi hanya beribadah di sekolah namun saat di rumah rafi meninggalkan kewajiban dia untuk beribadah
2. siswa A dan siswa B memiliki sifat yang sangat berbeda kerena siswa A memiliki sifat yang tidak jujur sedangkan siswa B tetap bersifat jujur
3. menurut saya pola pikiran tersebut tidak sesuai dan tidak pantas dengan ajaran agama islam ,karena apapun perbuatan yang kita lakukan akan di hitung dan di pertanggung jawabkan.
ayla azzura jean prianti 9c
BalasHapus1. Menurut saya, perilaku Rafi belum mencerminkan iman kepada hari akhir. Karena dia beribadah hanya saat ada yang melihat dan ingin dipuji. Seharusnya Rafi tetap beribadah dan berbuat baik walaupun tidak ada yang melihat, karena semua perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
2. Menurut saya, siswa A dan B punya sikap yang berbeda. Siswa A mengambil uang karena merasa tidak ada yang melihat, sedangkan siswa B memilih memberikan dompet itu kepada guru. Sikap siswa B lebih mencerminkan iman kepada hari akhir karena dia tahu bahwa setiap perbuatan pasti akan dipertanggungjawabkan. Jadi, walaupun tidak ada yang melihat, kita tetap harus melakukan hal yang benar.
3. Menurut saya, pola pikir tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kita boleh mengejar kesuksesan dan menikmati kehidupan di dunia, tetapi tetap harus ingat ibadah dan kehidupan akhirat. Kalau terus berpikir seperti itu, seseorang bisa jadi terlalu mementingkan uang dan kesenangan sampai lupa beribadah dan berbuat baik.
Muhammad Hafiz Eka Laksana (9D)
BalasHapus1. Belum, karena semua perbuatan di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Perilaku Rafi menunjukkan ia hanya beribadah karena riya
Sikap seharusnya : Rafi harus beribadah dengan ikhlas karena Allah, bukan karena dilihat guru. Ia harus tetap menjaga salat dan menjauhi perbuatan buruk dimanapun ia berada
2. A. Menunjukkan lemahnya iman kepada hari akhir. Ia mengira jika tidak ada manusia yang melihat, maka tindakannya bebas dari konsekuensi. Ia lupa bahwa uang haram tersebut ia harus pertanggungjawaban di Yaumul Hisab
B. Menunjukkan keimanan yang kuat. Ia sadar akan pengawasan Allah dan tahu bahwa kejujurannya akan berbuah pahala di akhirat
3. Tidak sesuai
Dampak negatif :
-Membuka peluang perilaku menghalalkan secara cara demi harta
-Menimbulkan sifat kikir, sombong, dan serakah
-Menyebabkan penyesalan besar di akhirat karena terlambat bertaubat
Clara Salsabilla Efendi 9D
BalasHapus1. Belum, Karena Rafi shalatnya cuma pas di sekolah karena takut dimarahi guru. Dan pas di rumah malah meninggalkan shalat dan suka berbuat hal yang kurang baik.
2. Siswa A: Mengambil karena imannya ke hari akhir lemah. Dia pikir “nggak ada yang lihat” atau semacamnya.
Siswa B: Menyerahkan karena takut dosa. Dan yakin smua perbuatan akan dicatat oleh Allah Swt.
3. Salah. Islam menyuruuh kita untuk seimbang antara dunia dan akhirat. Dan dampaknya, Hidup jadi gampang berbuat dosa, dan nyesel karena nggak punya bekal amal di akhirat nanti.
Zhahira estiana syifa 9c
BalasHapus1. Menurut saya, perilaku Rafi belum mencerminkan iman kepada hari akhir. Ia hanya beribadah saat dilihat guru. Seharusnya ia tetap rajin beribadah karena yakin semua perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
2. Siswa A mengambil uang karena merasa tidak ada yang melihat, sedangkan Siswa B menyerahkan dompet kepada guru. Siswa B lebih mencerminkan iman kepada hari akhir karena ia yakin Allah selalu melihat perbuatannya. Keyakinan ini membuat seseorang tetap berbuat baik walaupun tidak ada yang mengawasi.
3. Pola pikir tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kita tidak hanya boleh mengejar kesuksesan dunia, tetapi juga harus mempersiapkan kehidupan akhirat. Jika terus dilakukan, seseorang bisa melupakan ibadah dan lebih mudah melakukan dosa.
dinasty putri widana 9D
BalasHapus1 . belom karena
rafi hanya beribadah karena ingin dipuji guru bukan karena keinginan sendiri, dan jika di rumah rafi tidak melakukan ibadah tersebut dan melakukan perbuatan kurang baik
2.
siswa A
ia hanya takut pada manusia bukan Allah dan memliki iman kepada hari akhir yg lemah
siswa B
menyerahkan ke guru walau tidak ada yang tahu Allah maha melihat
3.salah,islam mengajarkan kita untuk seimbang di dunia dan di akhirat,kita boleh mengejar kesuksesan di dunia tetapi harus mempersiapkan kehidupan untuk di akhirat
salsabila farahani 9c
BalasHapus1. menurut saya, sikap rafi belum benar karena ia beribadah hanya ketika ada yang melihat. seharusnya ia tetap beribadah di mana pun karena yang paling penting bukan dipuji orang, tetapi menjalankan kewajiban dan ingat bahwa semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan.
2. siswa a lebih mementingkan kesempatan karena merasa tidak ada yang melihat. siswa b lebih memikirkan apakah tindakannya benar atau salah. menurut saya, iman kepada hari akhir membuat seseorang tetap memilih yang benar meskipun tidak ada yang mengawasi, karena ia percaya perbuatannya tetap diketahui dan akan ada balasannya.
3. menurut saya, pola pikir itu tidak tepat karena hidup tidak hanya tentang mendapatkan uang dan menikmati dunia. kalau terus berpikir seperti itu, seseorang bisa terlalu sibuk mengejar kehidupan dunia sampai lupa beribadah dan mempersiapkan kehidupan akhirat.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusyurike 9c
BalasHapus1. Menurut saya, perilaku Rafi belum mencerminkan iman kepada hari akhir. Karena dia beribadah hanya saat ada yang melihat dan ingin dipuji. Seharusnya Rafi tetap beribadah dan berbuat baik walaupun tidak ada yang melihat, karena semua perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
2. Menurut saya, siswa A dan B punya sikap yang berbeda. Siswa A mengambil uang karena merasa tidak ada yang melihat, sedangkan siswa B memilih memberikan dompet itu kepada guru. Sikap siswa B lebih mencerminkan iman kepada hari akhir karena dia tahu bahwa setiap perbuatan pasti akan dipertanggungjawabkan. Jadi, walaupun tidak ada yang melihat, kita tetap harus melakukan hal yang benar.
3. Menurut saya, pola pikir tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kita boleh mengejar kesuksesan dan menikmati kehidupan di dunia, tetapi tetap harus ingat ibadah dan kehidupan akhirat. Kalau terus berpikir seperti itu, seseorang bisa jadi terlalu mementingkan uang dan kesenangan sampai lupa beribadah dan berbuat baik.
Balas
Raisya cyltaa 9c
BalasHapus1.menurut saya, perbuatan Rafi tidak mencerminkan iman kepada hari akhir , harusnya dia harus dari kemauan sendiri untuk beribadah bukan karna dipuji oleh guru
2.siswa A lebih mementingkan diri nya sendiri dan mengambil kesempatan karna tidak ada yng melihatnya
siswa B lebih mencerminkan iman kepada hari akhir, karna dia tau walaupun tidak ada yng melihatnya dia tau Allah maha melihat
3.menurut saya ,pola pikir itu tidak benar, karna kita emang mengejar kesuksesan dunia tapi dunia akhirat lebih penting jgan sampai kita lupa untuk beribadah dan berdoa kepada Allah.